Jumat, 03 Mei 2019

French Baguettes

French Baguettes merupakan roti khas Perancis yang biasanya berbentuk panjang dan renyah.





aku sedang berpetualang mencari resep roti Prancis yang kesohor ini, tapi belum ketemu resep yang pas di hati, bahannya mudah, tapi prosesnya agak lamaa....jadi masih belum pede saja, dan ini salah satunya:



BAHAN :
·        700 gram tepung gandum
·        1 sdt garam (garam kosher)
·        25 gram mentega, kocok hingga lembut
·        15 gram ragi instant
·        1 sdm gula pasir
·        250 cc air hangat
LANGKAH
  1. Campur bahan kering, aduk rata
  2. Tuang air hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung gandum hingga tercampur rata.
  3. Masukkan mentega, uleni hingga adonan dasar baguette kalis.
  4. Bulatkan adonan, diamkan selama +/- 50 menit hingga mengembang (pengembangan I)
  5. Setelah proses pengembangan I selesai, kempiskan adonan, lalu bagi menjadi 2 bagian. Masing-masing dibulatkan dan diamkan selama 30 menit sampai adonan mengembang
  6. Kempiskan lagi adonan, masing-masing bentuk bulat panjang. Letakkan diatas loyang yang sudah dibasahi air. Gunakan pisau tajam untuk menggurat-gurat permukaan adonan, olesi permukaannya dengan air garam. Diamkan lagi +/- 40 menit.

Senin, 15 April 2019

Jahe

This is What Happens to Your Body if You Eat Ginger Every Day
Ini bumbu favoritku, bisa digunakan hampir di setiap masakan seperti soto, kari, tumisan, dan saat membuat bubur kacang ijo aku selaalu menambahkan jahe!! Jadi selalu berusaha untuk ready di dapur. Jika dibiarkan begitu saja di wadah kering, lama-lama akan peot, menyusut dan mengering dan keras. Jika sudah mengeras dan kering sulit digunakan karena sulit dikupas. Jika sesekali nemu yang bagus aku suka sekalian beli banyak, dikupas lalu di potong2, selanjutnya masukkan dalam wadah plastik dan simpan di freezer. Ini lebih tahan lama dan aromanya tetap kuat.
Manfaat lainnya bisa juga sesekali membuat wedang jahe, tapi bagian ini agak malas sebab yang instan pun telah tersedia tinggal seduh saja...hahaaa...

Minggu, 07 April 2019

Rotiku



Awalnya iseng lihat di Youtube, trus kecantol dech dengan resep dari ibu Fatmah Bahalwan, beberapa hari kemudian eksekusi dan inilah hasilnya.....lumayan berhasil, enak, empuk, lembut. hanya saja mungkin agak kurang sempurna dalam pemanggangan karena aku pakai otang yang tidak ada thermometer pengukur suhu nya. Trimakasih resepnya bu....

Tapi gpp ach....justru jadi lebih semangat pengin punya oven gas dengan design custom yang bisa diletakkan di bawah kompor, dan mixer dengan wadah stainless serta timbangan digital mungil yang designnya tipis, berikut loyang-loyang yang perlu regenerasi, bumbu-bumbu roti yang sepertinya harus mulai lengkap, trus bakalan ,ikir design packagingnya supaya cantik.....dan...dan....dann....ujung-ujungnya jadi pengin jualan roti dech!!
Semuanya sudah disurvey bentuk dan harganya, tapi teuteup saja pulang tanpa tenteng mereka semua....hiks. semangat ach....suatu saat pasti tetek bengek yang saat ini masih menjadi cita-cita itu bisa diboyong ke rumah semua....smoga......



Roti isi kornet sapi

Roti isi sossis

Pizza sebelum dipanggang


Pizza setelah matang

ROTI UNYIL
(FATMAH BAHALWAN
)

Bahan A:
500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula pasir 11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver

Bahan B:
4 butir kuning telur
225 ml air es

Bahan C:
100 gr mentega
1/2 sdt garam


Ini pada suatu ketika mencoba membuat roti sossis dengan ukuran sossis jumbo 
utuh....heu..heuu...makan satu kagak habis bro....habis setengahnya saja langsung nyerah hadeh...




Jumat, 05 April 2019

Jajan pasar

Salah satu dari seribu satu macam jajanan pasar yang ada adalah bihun goreng.
Ini adalah bihun goreng terkini ala kotaku, bisa dibeli di beberapa pedagang jajanan pasar yang umumnya hanya ada di pagi hari.
Sederhana mininalis tanpa kecap jadi tampilannya agak pucat, mungkin bisa disebut bihun lethek? ( Soalnya istilah yg familier hanya bakmi lethek, makanan dari Bantul berupa bakmi goreng minimalis tanpa kecap dan kadang ada sambalnya).
Kembali ke bihun gorengku, sekali mencoba aku merasa cocok dengan citarasanya yang gurih sederhana pas di lidah. Awalnya aku sempat komplain (ngegerundel sendiri kenapa sih gak pakai kecap biar tampilan lebih menarik) tapi lezatnya menghentikan gerundelanku, aroma bawang goreng yang ditabur sebagai topik cukup memuaskan citarasa yang kucari. Yups....bihun goreng ini enak. *** 

Senin, 11 Maret 2019

Hasil kebun

Baru petik hasil kebun depan rumah, alhamdulillah buahnya besar-besar, mantap,dan tua. Setelah beberapa hari, tepatnya seminggu akhirnya bisa terhidang manis di meja makan.
Biasanya tidak sampai seminggu pisang yang ditebang akan segera menguning hanya dalam satu atau dua hari saja, mungkin karena menebangnya agak pagi, konon.....kalau tebang pisang pagi jadi lama matangnya. mitos atau fakta ya????


Senin, 04 Maret 2019

Fokus pada Kopi sore


Kopi panas,
sajian sederhana yang mampu memberikan semangat, kekuatan, dan imajinasi yang luar biasa.....
Kopi bisa dibuat rumit atas nama cita rasa original, tapi bisa juga dibuat sederhana dan praktis, dengan kemasan sachet dan tinggal diseduh dengan air mendidih (saya kurang suka dengan kopi yang diseduh dengan air dari dispenser). Kopi dapat, inspirasi dapat, double nikmat bukan???srupuuuttt......

Rabu, 20 Februari 2019

Membuat Surabi




Ini bukan tentang resep ataupun tutorial cara membuat surabi lho yaaa....., aku hanya mau berbagi kisah tentang surabi saja. Kalau ada yang tertarik dan minat untuk membuat surabi silahkan googling saja resepnya.



Sejak lama aku suka surabi, sejak jaman simbah masih suka "nyadran" bikin surabi menjelang bulan puasa, bahkan sampai kini aku sudah dewasa, bekerja & menikah, masih tetap suka surabi. Rasa khas tradisionalnya mengena di lidah saya, dan bahan dasar pembuatannya yaitu dari tepung beras juga pas buat sebagai alternatif makanan pengganti nasi, ini sangat bermanfaat buat sarapan ataupun kudapan sore hari jadi tidak perlu makan malam lagi heheee...
Dulu setiap pulang kerja dijemput paitua sore-sore, aku  ingin selalu ingin singgah beli surabi oncom yang dijual oleh mak-mak yang duduk di depan tungku kayu sambil membuat surabi di pinggir jalan dekat tikungan ke arah pasar.
Aku suka citarasa original tradisional, seperti yang dijual oleh mak2 itu, cara membuatnya sampai  rasanya adalah surabi tepung beras tanpa bumbu modern dengan topping sambal oncom yang pedas dan menggunakan bungkus daun pisang, asli seperti jaman dulu, pokoknya top dech menurutku

Sekali waktu aku lihat penjual surabi didekat terminal, dia menjajakan dagangannya menggunakan gerobag dorong yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa lengkap dengan tungku pembakarannya. Aku mencoba membeli dan mencobanya, kesanku .....sangat berbeda, memang surabi terhidang, tapi seperti tak ada citarasanya, biasa saja dan tidak menyentuh rasanya, tidak seperti buatan emak-emak yang kumaksud tadi.

Pernah sekali waktu sepupuku hendak kembali ke ibu kota dan ingin membawa oleh-oleh yang khas, kemudian kusarankan mencoba surabi aneka rasa. Ini surabi modern, kemasannya cantik menggunakan kemasan makanan yang telah didesain khusus, dan tersedia dalam banyak pilihan rasa mulai dari polos, coklat, pisang, durem, stroberry,dan masih banyak lagi. Tentu aku mencobanya aku mencoba satu rasa saja tapi maaf aku lupa rasa apa yang ku coba waktu itu, dan keputusanku: ini bukan seleraku, tak cocok di lidahku.

Sekian tahun berlalu.....aku sudah lama sekali pindah dari kota dengan mak surabi oncom itu, sesekali rindu, dan kucoba membuat sendiri akhirnya, tapi tetap saja merasa tak pede dan expert di bidang ini, namun pantang menyerah, dan harus berhasil, semangattt!!! 
Nah, ini adalah kali kesekian kucoba membuatnya lagi.....



aha, sudah matang rupanya. Tampilan sih oke, yang selalu jadi penasaran adalah apakah bisa bersarang(berserat) di bagian dalamnya? Sekali tempo berhasil bersarang tapi pada kali yang lain tak bersarang dan aku belum tahu rahasianya, jadi belum stabil......kalau ada senior baca ini mohon tips nya please......🙏

Kamis, 31 Januari 2019

Bumbu dapur


Ini tentang hal paling utama dalam memasak, yaitu tentang bumbu. Bumbu dapur alami tetap saja masih menjadi andalan dalam memasak khususnya pada masakan dengan citarasa klasik nan original, meskipun sudah bertebaran aneka bumbu instan siap pakai yang sangat mudah didapat di pasaran. Generasi lama umumnya akan merasa kurang sreg kalau harus sepenuhnya mengandalkan bumbu instan, seperti ada yang kurang...begitulah alasan klasiknya. Tapi memang begitulah adanya, dalam hajatan masak besar pun biasanya tidak akan mengandalkan bumbu instan ataupun bumbu siap pakai.
Demikian juga saat masak istimewa untuk keluarga, bumbu alami tetap menjadi andalan, meskipun bisa juga dimodifikasi (baca: dicampur) dengan bumbu instan. Seperti kalau memasak rendang misalnya, untuk keluarga kecil ukuran 1kg daging adalah jumlah terkecil untuk layak memasak rendang, mengapa? tanggung saja rasanya...karena macam dan jumlah bumbu yang digunakan cukup banyak dan memasaknya pun lama.
Nah untuk satuan minimal itu demi citarasa yang lezat maka bumbu alami menjadi andalan dengan jumlah pemakaian yang lumayan banyak, sehingga menghasilkan rasa yang benar-benar joss!!
Oke dech....Selamat memasak ya bunda.....

Pisang kipas




Apakah pisang goreng kalimantan-ku sudah betul??
Tampilannya okey, rasanya pun okey, hanyaaa.....rasanya terlalu big size yaa...jadi kenyang sebelum makan heheee....
Tapi bisa disiasati koq, karena pada akhirnya dipotong kecil2 sebelum digoreng akhir (goreng yg kedua) sehingga ready to eat.
Memang ini tak terlalu patuh dengan resep aslinya, aku tidak menggunakan santan dan telur, mungkin kategorinya paket ekonomis begitulah, tapi itu bukan kesengajaan melainkan karena lupaaaa......dan kalau sudah eksekusi malas mau cek resep lagi, gpp lah....kapan-kapan bisa dicoba lagi sesuai resep aslinya biar gak penasaran...heheheee....

Kamis, 20 Desember 2018

Tempe


TEMPE:


Tinggal di Indonesia, siapa yang enggak tahu tentang makanan tempe. Makanan ini dibuat dari biji kedelai yang difementasi, tapi banyak juga orang yang pakai jenis kapang roti. Biar biji kedelai ini bisa dijadikan tempe dan difermentasi, butuh ragi untuk bisa sukses jadi tempe.
Makanan ini udah jadi makanan yang gampang banget ditemui di Indonesia. Bahkan Bunda mungkin udah sering juga bikin bahan ini jadi masakan yang diolah buat sajian menu makanan keluarga. Selain rasanya yang enak dan murah, ternyata tempe juga punya kandungan baik untuk kesehatan tubuh loh Bunda. Untuk dapat hasil yang lebih banyak dan lebih irit, Bunda bis bikin resep tempe sendiri di loh di rumah.
Bikin tempe sendiri memang terasa lebih irit Bunda dan enggak perlu membelinya ketika Bunda lagi butuh. Nah, kalau udah berhasil bikin tempe sendiri di rumah. Bunda bisa jual di tetangga atau secara online. Pasti laku, dan lumayan untuk peluang bisnis Bunda. Enggak sedikit kok orang yang sukses karena jualan tempe, jadi mungkin Bunda bisa coba untuk bikin tempe sendiri di rumah biar menambah penghasilan. Untuk awal bikin enggak perlu terlalu banyak, cukup sedikit dulu Bunda. Kalau udah berhasil berkali-kali baru bikin resep tempe dengan jumlah yang lebih besar.
Bahan-bahan yang dipakai buat bikin tempe sebenarnya enggak susah, gampang banget dan bahan yang dibutuhkan cuma sedikit. Mungkin waktu membuat yang butuh waktu agak lama biar bisa jadi tempe. Berikut ini bahan sama langkah buat bikin resep tempe sendiri di rumah yang bisa Bunda ikuti.
Bahan-bahan:
1 kg kedelai kualitas bagus
1 kg ragi

Langkah Membuat:

pilih kedelai yang kualitasnya bagus, supaya hasil tempenya nanti juga bagus
cuci bersih kedelai, rendam selama kurang lebih 1-2jam
rebus kedelai sampai mendidih, matikan api, tutup panci dan biarkan selama 12 jam
kupas kulit kedelai dg cara meremas sampai kulit arinya lepas, lalu cuci dengan air sampai Bersih
rebus lagi kedelai selama 20menit/ sampai empuk, lalu tiriskan
Taruh kedelai di tempat yang lebar, lalu di angin-anginkan supaya kedelai cepat dingin dan kering. Setelah kering campurkan 1sdt ragi tempe ke 1kg kedelai dan aduk sampai rata
Bungkus dengan plastik, tutup dg lilin, lalu tusuk2 plastik dg tusuk gigi sebanyak 20 tusukan di setiap permukaan. Taruh di tempat datar dan ada sirkulasi udaranya, lalu simpan di tempat yang hangat dan tertutup selama 1-2 hari, (bisa di dalam lemari dapur).
Setelah 2 hari tempe bisa dipanen. Foto ini masih 1 hari, jadi jamur putihnya belum begitu banyak
Nah, itulah beberapa bahan sama langkah buat bikin resep tempe sendiri di rumah Bunda. Sederhana kan bahannya? Untuk langkahnya enggak bikin capek tapi emang butuh waktu yang lebih banyak daripada mencoba beberapa resep lainnya. Untuk bahan takaran bisa Bunda sesuaikan nanti sesuai dengan kebutuhan Bunda sendiri di rumah. Semoga bermanfaat, selamat mencoba Bunda. Terima kasih.
Tentang Tempe
Tempe? Siapa sih yang tidak tahu tempe, apalagi masyarakat indonesia, dari semenjak masa penjajahan hingga sekarang tempe masih eksis di berbagai penjuru indonesia, bahkan tempe sudah tersebar diseluruh penjuru dunia. Selain itu tempe juga bisa loh dengan membuat tempe sendiri.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya.
Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp., pada biji kedelai.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai sanitasi dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan.
Sumber : http://www.modern.id/2018/06

Minggu, 16 Desember 2018

Bolu ala saya


Klaar dech....
Bikin bolu dadakan, tanpa takaran pasti, by feeling saja...tp justru itu seninya masak kara anakku.......alhamdulillah sukses bun....dan eundess lhoo....

200gr terigu
200gr mentega
200gr gula pasir
5btr kuning telur
4btr putih telur
sp
baking powder
coklat/kopi untuk pattern

Sabtu, 01 Desember 2018

Pastel tutup


Sekali lihat resep di medsos langsung tertarik pengin mencoba, meskipun tak yakin bakal bisa habis, akhirnya kutunggu waktu yang tepat yaitu akhir pekan saat sang buah hati akan pulang ke rumah.

Pastel Tutup ala saya:

Bahan:
3butir kentang kukus - dihaluskan
Susu bubuk
Garam.
Merica bubuk
1butir telur 
Bahan isi: bawang bombay bawang putih, merica bubuk, pala bubuk,satu butir telur rebus potong dadu, wortel direbus potong dadu, ayam dada potong dadu, rebus, air rebusan ayam
Caranya:
1.isi: tumis bawang bombay sampai harum kemudian masukkan semua bahan satu persatu, tambahkan air kaldu dan tunggu sampai agak kering angkat
2.kulit: campur semua bahan, bagi dua. Satu bagian tata di dasar loyang tahan panas kemudian masukkkan bahan isi dan tutup dengan adonan sisanya. Ratakan, olesi dengan kuning telur, taburi keju
3.panggang 25-30 menit, diamkan sampai dingin baru dihidangkan dengan sambal cocol.

Rabu, 17 Oktober 2018

Minggu, 09 September 2018

ikan Bakar di Makassar

ini bukan review...



Syahdan di suatu tempat...(busyet dah, macam mau mendongeng saja aku ini). Ada tempat makan yang sangat ramai apalagi di akhir pekan.
Ini fakta, karena pernah sekali aku mau mencoba, dan perjuangannya cukup banyak untuk bisa makan disitu. Pertama dimulai dari parkiran yang penuh, hingga meluap ke jalan jalan dan setiap tikungan jalan, bahkan sampai ke area parkir resto tetangganya. Menanti lumayan lama sambil menanti siapa tahu ada yang keluar, ternyata parkiran tak bergerak juga....waktu itu hari minggu siang hampir jam 14(jam 2 sore), akhirnya kami diarahkan parkir di salah satu tikungan terdekat. 
Begitu masuk di bagian depan, tepatnya di depan freeser  sdh berkerumun serombongan tamu papua yg tepat datang sblm kami, seseorang sedang melayani mereka memilih dan menimbang ikan. Kami lihat ke dalam freeser...olala....ikan nyaris habis,namun karena sudah terlanjur nyampe disitu akhirnya kami pilih 2ekor ikan kerapu, akan tetapi kata mbak nya " sebentar ya bu...." Sambil memberikan isyarat bahwa maksudnya selesai melayani rombongan tamu papua tsb. Sy maklum dan mengiyakan.Ehh....lama2 2ekor kerapu ku diambil dan ditimbang (rupanya tamu papua tersebut menginginkannya). Saya faham ekspresi mbaknya, langsung saya bilang gpp ambil saja, sy bisa lain kali....dan kami bertiga langsung keluar, dan akirnya makan paket nasi merah ayam bakar dan sayur asem+ tempe goreng ala sunda. Hee...hee......jauh gak yaaa...ini namanya selera dipaksa belok 190 derajad.
Beberapa hari kemudian,kami mampir lagi kali ini agak maksain kesannya berhubung dirundung penasaran waktu itu, waktunya sama (namanya juga mampir hehee)
Lagi2 persediaan sudah tak banyak, seekor kakap moncong direkomendasikan pada kami untuk dibakar polos, kebetulan paitua minat, jadilah itu pesanan utama kami dilengkapi dengan tumis bunga pepaya.
Ahai...kubayangkan kelezatan yabg pernah kurasakan sewaktu kami singgah makan di kawasan teluk ambon sebelum menuju bandara....
Lamaaa menunggu sampai minumku hampir habis barulah pesanan datang.
Pertama yang kucoba adalah tumis bunga pepaya....Olala...jauuhhh dari ekspektasi khayalan tadi. Oke deh, makan ikan saja....lumayanlah namanya rasa original, jempol hanya untuk sang pencipta. Sayang seribu kali sayang, lagi lagi colo2nya pun tak selezat yang dibayangkan (makanya jangan suka bekhayal).
Sambal yang satu lagipun tak sanggup mencuri perhatian lidah. 
Total general tak ada jempol yang layak kusematkan, bahkan bisa jadi klo memang harus ya....jempol terbalik bin kecewa, ditambah lagi saat nyampe di kasir oww....mahalnya rek !!!
Sudah ah, gitu aja komennya.

Selasa, 14 Agustus 2018

Ganyong

Aku menemukan foto ini....surprise rasanya, karena sepertinya termasuk barang langka, jangankan  aslinya, fotonyapun tak begitu marak.....
Barangkali sudah berada di tepi jaman, namanya ganyong. Dulu semasa kecil di kampung aku bersyukur sempat mengenal dan merasakan makanan ini, simbah yang merebusnya hingga terhidang seperti ini. Untuk menikmatinya harus mengupas kulitnya.lebih dulu dan sensasi ubi dengan banyak akan segera dirasakan berpadu dengan rasa manis yang khas.
Seangkatan dengan ini ada yang namanya erut/garut,uwi, dan gembili. Klo ubi jalar dan singkong sudah tak aneh lagi karena masih akrab sampai sekarang hehee...

Selasa, 10 Juli 2018

Sup oyong


senengnyaaaa.......Cuantiiik banget kan tampilannya? apalagi rasanya.....wkwkwkkkk. Hadehhh....sebenarnya ini judulnya adalah nyobain panci baru, yang sengaja dibeli untuk persiapan masak ikan kuah kuning atau suhotu atau palumarra, namun apa daya....nyampe di rumah sedang tak ada stock ikan sama sekali, namun keukeuh pengin test drive, jadilah apa yang ada di kulkas dieksekusi:
Jadinya Sup Oyong, berhubung material yang dominan adalah oyong kebetulan pagi belanja di mbak sayur harus dibeli semua satu kemasan yang isinya tiga buah panjang-panjang,lumayan dah...tambah wortel dan bakso serta soun, jadi dech.....




Detail resepnya simple banget:
bahan:
-oyong, kupas,cuci bersih potong2
-bakso
-wortel kupas cuci bersih potong2
-soun, rendam sebentar sampai lunak
Bumbu:
bawang putih
merica
bumbu racik sop
caranya:
didihkan air + bawang putih geprek di panci,
lalu masukkan bakso,dan sayuran sampai setengah matang
masukkan merica & bumbu racik, tunggu sampai matang
terakhir masukkan soun (beberapa saat sebelum diangkat
matikan api, hidangkan selagi panas
bisa ditambah taburan bawang goreng (optional)

Rabu, 20 Juni 2018

Rendang lebaran

Resepnya searching sendiri aja yaa....

Nasi bakar


Ini hasil masakan hari ini:.....nasi bakar (tapi ada yang gak suka, jadi kurang semangat review dech)

resep: googling sendiri saja yaaa....

Sabtu, 09 Juni 2018

Pastel mini eggless

(Di foto warnanya koq jadi pucat ya? padahal ini foto sesudah digoreng garing) ya sudah abaikan saja lahh.....yang penting uenaak ya gaes....






Bahan:
Terigu
Mentega
Garam/masako
Isi: suka2 (bisa abon sapi/abon ikan/srundeng)
Air
Caranya: 
campur semua bahan, uleni sampai kalis dan bisa dibentuk. 
Bulatkan kecil2, pipihkan, beri isian, lipat dan pilin bagian pinggirnya, 
Goreng sambil digoyang-goyang spy matang merata

Kamis, 31 Mei 2018

Mantau

[ ] 500gr trg
[ ] 4sdm gulpas
[ ] 1bks fermipan
[ ] 0.5sdt garam
[ ] 2sdm mentega putih
[ ] 250cc susu cair (3sdm skm+2 ss bubuk)

Roti unyil

[ ] 400gr trg cakra
[ ] 100gr trg sgtiga
[ ] 100gr gulpas
[ ] 75gr mentega
[ ] 1btr telur
[ ] 1bks fermipan
[ ] 200cc air
[ ]

Selasa, 29 Mei 2018

Bangket kacang

resep dari NCC:

Bangket Kacang

Bahan:

600 gr kacang tanah dengan kulit
750 gr terigu protein sedang
350 gr gula halus
500 ml  minyak sayur
1 sdt  garam

Cara membuat:

  1. Sangrai  kacang  tanah dengan api sedang lalu haluskan hingga berbutir kecil, tapi tidak sampai menjadi pasta.
  2. Campur  kacang tanah halus dengan minyak sayur, aduk hingga tercampur rata. Lalu masukkan gula halus dan garam aduk hingga larut.
  3. Masukkan terigu  dan aduk rata. Istirahatkan adonan lk 15 mnt.
  4. Cetak adonan bentuk bulat-bulat, pipihkan dengan jari atau garpu. Panggang dengan panas 140OC selama lebih kurang 30 menit.
Untuk 3 toples @ 500 gr

TIPS:  

Bangket kacang  ini teksturnya agak rapuh, maka jangan pindahkan bangket dari loyang saat baru matang. Tunggu sampai dingin di atas rak, lalu pindahkan dengan hati-hati ke dalam toples.

Nastar keju


NASTAR KEJU

Penulis: Fatmah Bahalwan

Bahan A:

175 gr Mentega
25 gr Gula bubuk
3 btr Kuning telur
150 gr Keju parut
1/4 sdt garam
175 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena

Bahan B:

250 gr Selai nanas khusus untuk Nastar, pulung bulat
3 btr kuning telur, kocok lepas dengan 1 sdt margarine leleh dingin
30 gr keju cheddar parut untuk taburan

Cara Membuatnya:

  1. Bahan A:
    Kocok mentega dan gula bubuk hingga rata, tambahkan kuning telur kocok rata, matikan mikser, masukkan keju parut garam dan tepung aduk rata.
  2. Ambil @8gr adonan, pipihkan, beri 1 bulatan selai nanas, bulatkan lagi rapat-rapat.
  3. Atur diatas loyang tipis yang sudah dialasi Basic Bake dari Seven Baking Papers. Panggang dalam oven suhu 150 derajat Celsius selama 25 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan kuning telur dan beri taburan sedikit keju parut. Panggang lagi hingga kuning kecoklatan. Angkat.

Kastangel keju

dari resep ibu Fatmah Bahlawan


Bahan-bahan

  1. 300 gram butter
  2. 200 gram keju tua (saya pakai edam)
  3. 400 gram terigu protein rendah / sedang
  4. 2 sdm susu bubuk full cream (dancow 1 bungkus)
  5. 2 butir kuning telur
  6. Olesan dan taburan :
  7. 2 kuning telor kocok
  8. 2 sdm skm
  9. 1 tetes pewarna kuning tua
  10. 50 gram keju cheddart parut atau secukupnya
  11. Langkah

    1. Kocok butter dan telur sebentar saja, asal tercampur rata. Matikan mixer.
    2. Masukkan keju parut, aduk rata kemudian masukkan tepung terigu. Aduk rata kembali.
    3. Tipiskan adonan kemudian cetak sesuai selera.
    4. Tata di loyang yang sudah dioles tipis margarin, olesi kuning telur dan taburi keju cheddar parut.
    5. Panggang dalam oven dengan suhu 120-130'C hingga matang dan berwarna coklat keemasan.
    6. Angkat, dinginkan di cooling rack baru kemudian dimasukkan ke wadah kedap udara