Jumat, 02 Februari 2018

Sate Telur gulung

https://drive.google.com/file/d/1dSH4-K953g69UwDhOBfK0PErBq3k9aVK/view?usp=drivesdk


https://www.youtube.com/watch?v=ibxHV21Gkvw&feature=youtu.be








Sate Telur Gulung (Jajanan SD)




Bahan-bahan

  1. 2 butir telur ayam
  2. 1/2 sdm garam
  3. 1,5 sdt merica
  4. 50 ml air putih
  5. secukupnya saus pedas manis (bisa pakai saus sambal botolan)
  6. secukupnya tusuk sate
  7. secukupnya minyak goreng

Langkah

15 menit
  1. Pecahkan 2 telur ke dalam mangkuk, tambahkan garam dan merica, kocok hingga berbusa.
  2. Tambahkan kira-kira 50 ml air putih ke dalam campuran telur tadi, kocok lagi hingga rata.
  3. Panaskan minyak goreng di penggorengan hingga agak tinggi (seperti saat menggoreng deepfry) untuk menggoreng telur gulung ini membutuhkan banyak minyak. tunggu minyak hingga panas kira-kira 3-5 menit. lalu kecilkan api menuju sedang(jangan terlalu kecil)
  4. Tuang 3 sdm telur ke bagian tengah minyak. lalu dengan cepat ambil tusuk sate dan gulung telur menuju pinggir.
  5. Ulangi langkah hingga tusuk sate dan telur habis.
  6. Sajikan dengan saus pedas manis.
    sumber: 







Kamis, 01 Februari 2018

Umbi-umbian

1. Wortel
Selain bawang, wortel juga membuktikan bahwa umbi tidaklah selalu identik dengan karbohidrat. Ada juga lho jenis umbi yang kaya serat. Umbi panjang berwarna orange ini biasanya kita temukan pada campuran sayur sop. Selain itu, untuk wortel juga sering dijadikan sebagai jus yang segar sekaligus menyehatkan.
3. Bengkuang
Dilihat dari bentuk dan warnanya, kita memang bisa langsung mengenali umbi ini. Yup, bengkuang memang memiliki bentuk khas yang menyerupai gasing. Bagian luarnya berwarna putih kekuningan, sementara bagian dalamnya berwarna putih bersih. Bengkuang biasanya digunakan sebagai campuran di rujak. Namun, bengkuang juga bisa dimasak lho. Mulai dari ditumis, digoreng, hingga dipanggang.
4. Kentang
Jenis umbi ini juga memiliki bentuk khas, yakni bulat tak teratur. Permukaan luarnya berwarna coklat sementara bagian dalamnya berwarna kuning. Kentang termasuk jenis umbi yang paling sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Soalnya, kentang sering sekali digunakan pada makanan. Seperti campuran sop, balado, serta pelengkap siomay. Tidak hanya itu, kentang juga sering dijadikan berbagai kudapan gurih maupun manis. Diantaranya ialah keripik kentang, kentang goreng, kroket, serta donat kentang.
5. Ubi Jalar
Nah, umbi yang satu ini sering juga disebut ketela rambat. Di Indonesia, ada banyak jenis ubi jalar yang bisa kita temui. Mulai dari ubi putih, ubi orange, ubi Cilembu, hingga ubi ungu. Namun, bentuknya cenderung sama, yakni lonjong dan berisi. Secara umum, seluruh jenis ubi jalar juga terasa manis. Makanya, banyak yang menggunakannya sebagai campuran pada makanan manis. Misalnya seperti es krim, donat, dan berbagai jenis kue. Tapi, ubi jalar juga bisa langsung disantap setelah dikukus lho.
6. Singkong
Umbi yang satu ini dikenal sebagai ubi kayu atau ketela pohon. Soalnya, permukaan singkong berwarna coklat menyerupai kayu. Selain itu, Permukaannya juga terasa lebih keras dibandingkan ubi jalar. Berbeda dengan ubi jalar yang terlihat ‘gemuk’, singkong terlihat lebih ramping. Tapi, singkong juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Mulai dari makanan yang asin hingga makanan yang manis. Misalnya seperti singkong rebus, getuk, singkong goreng, hingga keripik singkong.
7. Talas
Dibandingkan ubi jalar dan singkong, ukuran talas jauh lebih besar. Namun, rasa talas cenderung hambar sehingga tidak terlalu nikmat jika dikonsumsi langsung. Biasanya talas yang dikukus dapat diberikan cocolan berupa gula merah cair. Kabar baiknya, talas cocok dijadikan berbagai olahan makanan. Diantaranya adalah keripik, ice cream, puding, serta berbagai jenis kue. Selain nikmat, warna ungu dari talas tentu membuat makanan terlihat lebih menarik. Tapi, untuk makanan gurih seperti keripik, sebaiknya gunakan talas yang putih, ya!
8. Suweg
Nah, umbi yang namanya diambil dari bahasa Jawa ini ukurannya lumayan besar. Makanya, dalam bahasa Inggris disebut sebagai elephant foot yam. Di daerah Jawa Tengah, suweg sering dijadikan sebagai pengganti nasi. Cukup direbus hingga matang, suweg pun siap disantap. Kandungan gula pada suweg juga rendah lho. Jadi, bisa nih untuk kita yang sedang menjalani program diet.
9. Gadung
Kalau anda berasal dari Kuningan, pasti familiar dong dengan umbi yang satu ini. Yup, gadung memang sering diolah menjadi  keripik dan menjadi oleh-oleh khas Kuningan. Rasa gurihnya pas banget untuk kita yang suka ngemil. Selain itu, gadung juga bisa dikonsumsi setelah direbus lho. Kalau melihat gadung yang belum diolah, kita pasti langsung ingat dengan sirsak. Soalnya permukaan gadung punya duri-duri tumpul. Tapi, gadung berwarna seperti bengkuang.
10. Ganyong

Kalau tidak tahu, mungkin kita akan mengira ganyong adalah lengkuas. Memang mirip sih, tapi permukaan ganyong bersisik. Berbeda dengan lengkuas yang beruas. Ganyong sendiri termasuk jenis umbi yang dapat dijadikan makanan pokok. Selain itu, ganyong juga bisa diolah menjadi kerupuk. Soal rasa dan tekstur, ganyong mirip seperti ubi jalar.
11. Uwi
Seperti gadung, uwi juga punya ukuran yang besar dan berduri. Bedanya, uwi tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Ada uwi berwarna putih, gading, serta ungu. Rasa umbi uwi memang cenderung hambar. Tapi teksturnya pulen kok. Kita dapat mengukus uwi dan menjadikannya sebagai kudapan yang mengenyangkan.
12. Gembili

Umbi gembili berbentuk hampir menyerupai tabung. Sayangnya, umbi ini tidak begitu tenar. Biasanya sih gembili banyak dikonsumsi di daerah Gunung Kidul. Ada banyak cara lho untuk mengolahnya. Mulai dari dikukus, direbus, digoreng, hingga dibakar.
13. Garut

Dalam bahasa Inggris, umbi ini disebut sebagai arrowroot. Soalnya, bentuknya mirip seperti busur panah. Soal tekstur, garut memiliki tekstur lembut dan mudah dicerna. Selain itu, garut juga mengenyangkan lho. Jadi kita bisa mengonsumsinya sebagai pengganti nasi. Selain itu, garut bisa dijadikan bahan baku emping, dodol, serta kue semprit.
Wah, ternyata banyak ya umbi-umbian di Indonesia yang sering kita temui. Umbi-umbi ini memiliki tekstur dan rasa yang bervariasi. Makanya, penggunaannya di masakan juga berbeda-beda. Mulai dari makanan pokok, campuran sop, camilan, hingga berbagai jenis kue. Jenis umbi yang mana yang jadi favorit anda?

Rendang Ayam



Bahan utama
  • Daging ayam : satu ekor, pilih yang gemuk atau sedang ukurannya
  • Jeruk nipis : 2 buah
  • Garam dapur : secukupnya
Bumbu rendang ayam yang dihaluskan
  • Bawang putih : ± 5 siung
  • Bawang merah : ± 8 butir
  • Jahe : ± ukuran jempol atau sekitar 3 cm
  • Kemiri : sekitar 3 butir
  • Ketumbar : ± 2 sendok teh peres
  • Merica butir : ± ½ sendok teh
  • Kunyit : cukup 1 hingga 1½ saja, biar mantap sebaiknya di bakar dahulu
  • Cabe merah besar / keriting : secukupnya, sesuai selera pedas anda
  • Gula pasir dan garam : secukupnya, nanti gampang di tambah
Bahan pelengkap lainnya
  • Santan kental : paling tidak 600 ml atau sekitar 3 gelas kopi. Buat santan kental dari 1½ hingga 2 butir kelapa yang sudah tua. Setelah dapat yang kental lalu buat lagi santan encer.
  • Santan encer : ± 1½ liter
  • Kelapa parut : cukup 150 gram saja dan pilih kelapa muda biar tambah mantap
  • Daun kunyit : 2 lembar, ikat dan buat simpul
  • Serai : 2 hingga 3 batang ( tergantung besarnya ) dan buang ujungnya
  • Asam kandis : ± cukup satu buah saja
  • Daun jeruk : 5 atau 6 buah
Cara membuat:
  1. Langkah pertama tentunya membersihkan daging ayam dari kotoran yang masih menempel dan potong potong sesuai dengan selera. Biar lebih mudah potong potong saat anda membelinya di penjual.
  2. Letakkan daging ayam potongan ini dalam wadah plastik dan lumuri dengan air jeruk nipis dan taburan garam secukupnya. Lantas diamkan sekitar 150 menit. Dan cuci kembali hingga bersih.
  3. Kemudian bilas hingga bersih dan rendam dengan air panas sekitar 10 menit. hal ini untuk menghilangkan bau amis pada daging ayam.
  4. Langkah selanjutnya ambil wajan dengan besaran yang cukup dan masukkan santan encer dan rebus daging ayam dengan api sedang. Masukkan juga asam kandis, daun kunyit, dan juga daun jeruk. Dan awas jaga supaya air santan tidak pecah ya.
  5. Sementara itu uleg semua bahan bumbu halus dengan blender juga boleh, namun akan lebih mantap jika dihaluskan dengan ulegan.
  6. Lantas gongseng atau tumis bumbu halus dengan sedikit minyak goreng hingga matang dan tercium bau harum, masukkan juga kelapa muda parut, aduk aduk hingga matang dan harum. Kemudian masukkan dalam wajan pertama yang berisi rebusan ayam santan encer tadi.
  7. Masukkan juga santan kental dan tunggu hingga mendidih. Lantas kecilkan api dan sambil aduk aduk secara teratur supaya santan tidak pecah. Jangan lupa untuk cicipi cita rasanya. Anda bisa menambahkan lagi garam dan penyedap rasa atau royco hingga cita rasanya sesuai dengan selera.
  8. Jaga dan aduk aduk terus secara perlahan hingga santan mengental dan jaga jangan sampai mengering.
  9. Angkat dan sajikan.

Selasa, 30 Januari 2018

Saat ngopi

Bubur sagu lempeng





Bubur sagu gula merah
Sagu lempeng 

    
bubur sagu gula aren
bahan: 
2 bh sagu lempeng
        gula merah/gula aren
        vanili
        daun pandan
        kayu manis batang 
        sedikit garam
        santan kelapa (me: 1 bungkus santan kara kecil)
Caranya:
1. letakkan dua lempeng sagu dalam mangkok, siram air panas/dingin sampai terendam semua, diamkan sampai lunak dan air rendaman habis terserap
2. didihkan air, masukkan semua bumbu pelengkap, garam, vanili, daun pandan, dan kayu manis.
3. masukkan santan (jika ingin santan terpisah bisa direbus dalam wadah terpisah dan dituangkan saat penyajian)
4. tuangkan sagu yang telah direndam, aduk-aduk hingga agak mengental dan meletup-letup, angkat
dan sajikan...bisa disajikan kondisi panas, hangat maupun dingin.
selamat mencoba

Sabtu, 27 Januari 2018

Roti unyil

Roti Unyil Praktis
resep by Fatmah Bahalwan


Bahan:
400 gr Tepung terigu cakra (me : bogasari kereta kencana)
100 gr terigu segitiga
1 btr telur
100 gr gula pasir
1 bks fermipan (11gr)
75 gr mentega
200 cc air
Cara membuat :
  1. semua bahan dicampur dan di uleni.
  2. Tambahkan air, sambil terus diuleni hingga kalis
  3. Timbang adonan @10gr.
  4. Bentuk sesuai selera, diamkan lk. 30 menit hingga mengembang.
  5. Oles bagian atasnya dengan campuran kuning telur dan susu evaporated.
  6. Oven hingga matang, bagian atasnya kecoklatan.
  7. Angkat, sajikan.

Kamis, 25 Januari 2018

Kecap & saus





Mengenal Ragam kecap 

1. Kecap Manis

kecap manis
 Kecap manis dibuat dari fermentasi kedelai hitam yang dicampur dengan aneka rempah. Itulah kenapa warnanya hitam pekat dan teksturnya kental. Ada juga produsen yang menambahkannya denngan bahan cabai menjadi kecap pedas.

2. Kecap Asin

Kecap Asin
Meski sama-sama berbahan dasar kedelai hitam, tekstur, rasa, dan fungsi kecap asin jelas jauh berbeda dengan kecap manis. Selain memiliki kandungan garam yang lebih banyak, teksturnya pun lebih encer. Kecap asin kerap digunakan sebagai pengganti garam dapur. Biasanya, kecap yang satu juga dimanfaatkan untuk berbagai sajian masakan Cina.

3. Kecap Ikan

Kecap ikan 
Kecap ikan juga rasanya asin. Tapi, berbeda dengan kecap asin, kecap ini menggunakan ikan yang difermentasi sebagai bahan dasarnya. Kecap ikan dibuat dengan cara menggarami ikan dan membiarkannya berfermentasi di dalam wadah tertutup selama beberapa bulan.
Tak cuma rasa asin, kamu juga bisa merasakan aroma ikan jika menggunakan kecap ini. Makanya, kecap ini seringkali digunakan dalam aneka masakan laut, masakan Jepang, maupun berbagai tumisan.

4. Kecap Inggris


Kecap Inggris
Dikenal seperti cuka, molase, gula jagung, air, cabai, kecap asin, lada hitam, asam jawa, anchovy, cengkeh, dan aneka bawang. Rasanya sedikit asin dan umumnya digunakan pada aneka bistik, sapi lada hitam, hingga ayam goreng mentega.


5. Kecap Jepang

Kecap Jepang atau Shoyu (Foto: madeinjapanrj.com)




Kecap Jepang atau shoyu juga merupakan hasil fermentasi kedelai dengan rasa yang sedikit asin dan gurih. Umumnya, ada dua jenis shoyu yang bisa kamu temui di supermarket, yaitu koikuchi yang lebih pekat dengan aroma yang kuat, serta usukuchi yang lebih encer dan ringan.Shoyu biasanya dimanfaatkan sebagai penyedap maupun bahan perendam untuk aneka masakan Jepang.

6. Kecap Jamur




Seperti namanya, kecap ini menggunakan tambahan jamur sebagai bahan dasarnya. Selain digunakan pada aneka masakan Cina, kecap jamur juga seringkali ditambahkan pada hidangan vegetarian.

7. Saus Tiram

saus tiram
Meski nggak disebut sebagai kecap, saus tiram layak dimasukkan ke dalam daftar ini karena tekstur dan pembuatannya yang mirip kecap. Saus tiram dibuat dari tiram yang difermentasi. Saus ini memiliki cita rasa asin dan gurih yang kuat, sehingga nggak perlu lagi ditambah garam dan kecap asin. Saus ini umumnya digunakan pada masakan Cina dan aneka tumisan.


8.Saus teriyaki


saus teriyaki

Teriyaki adalah istilah untuk proses memasak ala Jepang: membakar atau memanggang. Sebelum bahan-bahan dimasak dalam cara ini, terlebih dahulu direndam dalam saus teriyaki. Saus teriyaki terbuat dari sake, kecap jepang, dan gula.
Apakah kecap yang ada di dapur kita sudah lengkap?